Tuesday, November 15, 2011

Kesekian kali kini ku berdiri
Tulus hati dihadapanmu
Masih terus merayu dengarkan aku

Jalan yang berliku
Sepanjang hayatmu
Aku juga merasainya
Lantas aku mengerti dan memahami

Lihatlah ke dalam hatimu
Percikan cahaya
Yang akan membara
Mmenjadi penerang segala yang didepanmu

Lihatlah jua ke hatiku
Aku lah temanmu
Terimalah aku
Kita kan bersama mengharung dunia fana ini

Kesekian kali ku ulangi lagi
Tidak kan pudar keyakinanku
Yang kau akan berdiri atas kemuncak tinggi

Wahai Tuhan yang Maha Pemurah
Terangilahku dengan Nur Iman-Mu
Hanya Engkau tempat aku berserah
Mohon maghfirah di dalam syahdu

Wahai Tuhan yang Maha Pengasih
Ampunilah segala dosaku
Laksana buih di laut memutih
Hanyut ditelan gelombang nafsu

Hari-hari yang telah aku lalui
Ingin kutinggalkan terus bersemadi

Ingin aku kembali kepada fitrah insani
Tak sanggupku jelajahi rimba duniawi
Bebaskanlah diriku dari dibelenggu
Dosa noda nafsu durjana

Terimalah taubatku Ya Allah
Pimpinlah daku ke jalan redha-Mu
Moga sinar-Mu terangi hidupku
Di dalam kegelapan

Akukan kembali pada-Mu Rabbi
Mengadap-Mu Ya Rabbul Izzati
Segala ketentuanku pasrahkan
Di hujung penghayatan
Perjuangan itu gerun dan mengerikan
Hebat dan dasyat menggerukkan hati
Bagi mukmin di sini harga dan nilainya

Perjuangan itu bagai sampan di laut
Di atas lapang tiada perlindungan
Di bawa air melambung dan menggunung
Menongkah gelombang yang datang melanda

Kiri kanan depan dan belakang
Angin yang menderu tidak tahu bila datang
Hujan badai yang datang menyerang 
Bak singa yang lapar yang garang

Kadang-kadang terdampar di batu karang
Penumpang menerima nasib berlainan
Ada yang jatuh ada yang tenggelam 
Yang pandai berenang berpaut ke sampan

Ada yang berjaya berenang ke tepian 
Sekali lagi dia melayar sampan
Walau pelayaran mungkin tidak berjaya
Namun harapnya hanya pada yang esa